Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui masa subur seorang wanita yaitu kalender kesuburan dengan cara menghitung siklus haid. Siklus haid adalah rentang waktu antara hari pertama haid dengan hingga haid bulan berikutnya, normalnya siklus ini akan terjadi selama 21 sampai dengan 35 hari. Selama siklus haid, terjadi proses pelepasan sel telur menuju saluran tuba.

Sel telur ini akan bertahan selama 2 hari, dan apabila dibuahi oleh sel sperma maka akan terjadi kehamilan. Sementara itu untuk mengetahui masa subur, anda dapat menghitungnya dengan menggunakan kalender kesuburan. Pada siklus haid 28 hari, biasanya ovulasi atau masa subur terjadi pada hari ke-11 sampai dengan hari ke-15.

kalender kesuburan
kalender kesuburan

Untuk wanita yang memiliki siklus haid yang tidak teratur, maka ada cara penghitungan khusus yaitu dengan menentukan siklus haid terpendek dan terpanjang dalam rentang waktu 6 bulan, lalu setelahnya hitunglah masa awal dan akhir kesuburan. Pada rentang masa awal dan akhir kesuburan inilah terdapat masa subur anda.

Pada dasarnya kalender kesuburan secara spesifik merupakan alat untuk memprediksi masa subur seseorang. Biasanya anda dapat mencatat hari pertama menstruasi selama 3 sampai dengan 6 bulan berturut-berturut, setelah itu anda akan mengetahui bagaimana siklus haid anda untuk mengetahui kapan masa subur. Namun secara tidak langsung siklus haid ini dapat mendeteksi gangguan kesuburan.

Berikut deteksi 2 jenis gangguan kesuburan:

1. PCOS (Polycystic ovarian syndrome)

Gangguan PCOS ini ditandai dengan siklus haid terjadi lebih dari 35 hari selama 3 periode berturut-turut. Wanita yang mengalami PCOS biasanya akan mengalami siklus haid yang memanjang, tidak teratur, menderita diabetes, kelebihan berat badan, dan yang paling bahaya yaitu dapat menyebabkan sulit hamil.

2. FSH (Follicle Stimulating)

Kebalikan dari gangguan PCOS, gangguan FSH ini ditandai dengan siklus haid yang terjadi kurang dari 21 hari. Penderita akan menyadarinya setelah mengalami haid sebanyak 2 sampai dengan 3 kali dalam satu bulan. FSH dengan keadaan siklus haid yang memendek juga rentan mengalami gangguan kesuburan.

Meskipun secara teknis digunakan untuk mengetahui masa subur, metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan kesuburan. selain menggunakan kalender kesuburan, anda juga bisa menggunakan femometer untuk mengetahui masa subur secara praktis.