Amnesti pajak dilakukan untuk meningkatkan pendapatan pajak di masa mendatang. Karena di Indonesia sangat banyak konglomerat yang memiliki barang mewah tetapi tidak terkoordinir dengan baik sistem pembayaran pajak dari barang-barang yang dimilikinya.

Dengan amnesti pajak,pemerintah membuka kesempatan untuk melegalkan kepemilikan nya dengan prosedur dan harga yang sangat ringan. Amnesti pajak ini digunakan juga oleh masyarakat indonesia secara umum untuk melegalkan barang-barang wajib pajak yang dimilikinya.

Ada hal menarik berkaitan dengan program pemerintah ini, yang mungkin sebelumnya tidak diprediksi dari awal. Hal menarik tersebut yaitu terjadi antrian yang lumayan panjang ketika salah satu konglomerat mendaftarkan barang wajib pajak nya.

Karena bukan hanya mobil sport tetapi juga tas branded,dasi branded,jam tangan branded, dan fashion branded lainnya harus didaftarkan dengan menghadirkan barangnya. Bayangkan saja jika keluarga konglomerat tersebut memilki anggota keluarga 10 orang yang masing-masing anggota keluarganya memiliki barang branded tersebut lebih dari satu tentu membutuhkan proses yang lama dengan tumpuk kan barang yang tidak sedikit.

Hanya pada fashion branded yang terkategori barang mewah saja pajak wajib dikenakan. Karena fashion-fashion tersebut menjadi simbol gengsi seorang konglomerat karena harganya yang tidak realistis.

Misalnya saja untuk harga ikat pinggang atau dasi saja bisa berharga puluhan juta bahkan mencapai seratus jutaan jika di rupiahkan. Mungkin harga yang fantastis ini membuat penasaran banyak orang tentang bahan yang digunakan nya sehingga memiliki harga melangit.

Ternyata, harga yang tidak realistis ini bisa dikarenakan oleh:

  • bahannya yang memang dibuat dengan menyertakan logam mulia, seperti emas dan platina
  • Bahannya terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah ditemukan. Misalnya saja menggunakan kulit burung unta yang jumlahnya sangat terbatas.
  • Trik pasar belaka untuk kebutuhan gengsi seorang konglomerat. Karena konglomerat membutuhkan simbol-simbol barang “ke konglomeratannya” demi eksistensinya sebagai konglomerat.

Itulah sebagian alasan di balik fantastis nya harga sebuah fashion branded kelas dunia. Untuk jenis fashion yang seperti ini,pakaian bukan lagi salah satu kebutuhan pokok melainkan barang mewah yang wajib dikenakan pajak kepemilikan nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here